![]() ![]() |
Vol. 3 No. 2 (2024): Januari 2024
Articles
-
Perawatan dan Edukasi Tentang Pengering Kopi Sistim Green House Milik Kopi Pardosir di Desa Parbaba Dolok Kec. Pangururan Kabupaten Samosir
Parulian Siagian Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Richard A M Napitupulu Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Lestina Siagian Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Vera A Pasaribu Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial Politik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Tumiur Gultom Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir Indonesia , Tetty Naibaho Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Indonesia , David Guth Fakultas Teknik, Czech University of Life Science in Prague Paraguay , Matous Havrlik Fakultas Teknik, Czech University of Life Science in Prague ParaguayPenanganan pasca panen komoditi kopi harus betul betul dikelola secara baik agar petani tidak mengalami kerugian akibat terjadinya kerusakan buah. Proses pengeringan kopi setelah selesai di panen khusus varietas Arabicha yang ada di Desa Parbaba Dolok kecamatan Pangururan selama ini tidak ada masalah yang berkaitan dengan produk yang tiba tiba melimpah. Namun 2 tahun belakangan ini Kopi milik Pardosir terkendala pada bagiaan pengeringan yang tidak lagi sesuai hasil yang dikaeringkan dengan permintaan konsumen dengan kata lain kopi yang sudah dikeringkan hingga mencapai kadar air 12% mengalami produk yang menurun. Proses pengeringan yang dilakukan selama ini ada dua metode yang pertama dengan pengeringan langsung di bawah terik matahari dan pengeringan menggunakan alat rumah kaca (Green House). Penegringan dengan rumah kaca memperpendek waktu penegringan dibanding penegringan langsung disamping lebih bersih dan suhu bisa terkontrol.Alat penegring rumah kaca yang ada terbuat dari kayu sebagai rangkan dan penyangga sehingga tidak tahan lama. Bahan penutup dari atas rumah kaca terbuat dari plastic biasa sehingga tidak bertahan lama ketrika diterpa hujan deras serta angin kencang. Teknologi penegring rumah kaca ini selai bahan yang bagus juga dipengaruhi jarak penjemuran (permukaan rak) ke plastic penutup rumah kaca. Kondisi yang ada dilapangan jarak dari rak ke plastic penutup kira 30-40cm dan lebar 115cm, rangka penahan plastic penutup terbuat dari bamboo. Perawatan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah perbaikan rumah kaca dan dimensi rumah kaca yang cocok dengan kapasitas yang sesuai, serta pelaksanaan edukasi yang memenuhi standar tentang perawatan dan pemilihan material yang cocok dan tahan lama.
Pages: 51-59Views: 30 Downloads: 39Penerapan Model Pakem pada Kursus Bimbingan Belajar Gratis dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SD Negeri 106447 Durian Kec. Pantai Labu
Fenty Debora Napitupulu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Triana Devina M Turnip Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Hanna Ria Tampubolon Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Theresya Febbi Wanda Br. Sinaga Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Lesstari Mita Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Stevani Sitorus Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Medan IndonesiaKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa sekolah dasar yang membutuhkan pendampingan dalam kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Permasalahan tersebut perlu mendapatkan perhatian karena kemampuan literasi dan numerasi dasar merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran pada jenjang pendidikan berikutnya. Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan bimbingan belajar secara gratis sekaligus meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui penerapan model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM). Kegiatan dilaksanakan pada 2–26 Februari 2022 di SD Negeri 106447 Durian, Dusun IV, Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, penyusunan program, perizinan dan koordinasi dengan pihak setempat, observasi lapangan, sosialisasi, serta pelaksanaan bimbingan belajar secara langsung. Penerapan PAKEM dilakukan melalui kegiatan belajar yang melibatkan siswa secara aktif, termasuk pengenalan huruf, membaca, mengeja, menyimak, menulis, dan berhitung dengan pendekatan yang menyenangkan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh respons positif dari masyarakat dan memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif kepada siswa. Siswa menunjukkan motivasi dan keterlibatan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta perkembangan dalam kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan PAKEM dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam pelaksanaan bimbingan belajar gratis sebagai bentuk pendampingan pendidikan bagi siswa sekolah dasar
Pages: 60-66Views: 22 Downloads: 26Pemanfaatan Fitur-Fitur Youtube Guna Optimalisasi Channel Bagi Siswa/i SMK Swasta RK Deli Murni Sibolangit
Wasit Ginting Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan IndonesiaKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa/i SMA Swasta RK Deli Murni Sibolangit dalam memanfaatkan fitur-fitur YouTube dan Creator Studio untuk mengelola serta mengoptimalkan channel secara kreatif dan produktif. Kegiatan dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya penguasaan teknologi digital dan media sosial dalam mendukung kreativitas, komunikasi, pembelajaran, serta produksi konten di kalangan generasi muda. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu studi lapangan, perencanaan, penyampaian materi, pelatihan fitur-fitur YouTube, dan simulasi optimalisasi channel. Materi yang diberikan meliputi pengenalan teknologi informasi, web dan media sosial, Creator Studio, pengelolaan channel, serta pemanfaatan fitur YouTube untuk mendukung pengembangan konten digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang baik dan mengikuti kegiatan secara aktif. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan channel dan pemanfaatan fitur YouTube, meskipun masih terdapat keterbatasan waktu pelatihan dan ketersediaan perangkat pendukung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan YouTube dapat menjadi salah satu bentuk penguatan literasi dan keterampilan digital siswa serta mendorong mereka memanfaatkan media sosial secara lebih kreatif, produktif, dan bertanggung jawab
Pages: 67-72Views: 19 Downloads: 18Seminar Motivasi Belajar untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi pada Siswa/i SMA Negeri 1 Ronggur Ni Huta
Togi Fitri Afriani Ambarita Fakultas Psikologi, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Lasma Siagian Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas HKBP Nommensen Siantar IndonesiaMotivasi belajar yang kuat cenderung akan terbentuk ketika ada tujuan yang ingin dicapai siswa. Tujuan umum individu dalam belajar salah satunya yakni mencapai cita-cita. Siswa yang memiliki tujuan atau cita-cita cenderung akan mampu mengerahkan energi dalam belajar sebagai upaya untuk mencapai cita-cita tersebut. Disamping itu dalam menentukan cita-cita atau pilihan karir, siswa/i sebaiknya menyesuaikan dengan minat internal yakni minat dari dalam dirinya. Bagaimanapun kuliah atau melanjutkan Pendidikan tinggi setelah SMA merupakan salah satu upaya atau cara memperbesar peluang untuk meraih cita-cita tersebut. Tujuan pengabdian masyarakat yakni meningkatkan motivasi belajar siswa/i SMAN 1 Ronggur Nihuta, khususnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi setelah tamat SMA. Bentuk kegiatan yang dilakukan yakni melalui seminar motivasi belajar dan dilanjutkan dengan pengenalan minat melalui pengukuran menggunakan skala RMIB (Rothwell Miller Interest Blank). Melalui seminar motivasi belajar, penulis memberikan arahan dan motivasi kepada siswa/siwi di SMAN 1 Ronggur Nihuta bahwa penting mengenali diri, menentukan tujuan (karir) dan melanjutkan kuliah. Dimana setelah kegiatan seminar, siswa/i dapat mengisi skala RMIB untuk mengetahui minat dalam dirinya. Kegiatan berjalan dengan baik dan tujuan kegiatan dapat tercapai dimana siswa/i menunjukkan minat yang tinggi untuk kuliah dan siswa/I juga cukup mampu menentukan pilihan juruan/fakultas sesuai dengan minat diri yang diukur melalui RMIB
Pages: 73-79Views: 20 Downloads: 22Pelatihan Keselamatan dan Instalasi Listrik Bertegangan Rendah pada Relawan Masyarakat Sadar Listrik Medan
Muhammad Fadlan Siregar Program Studi Teknik Elektro, Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan Indonesia , Ayu Fitriani Program Studi Teknik Elektro, Universitas Tjut Nyak Dhien, Medan Indonesia , Sofyan Anwar Syahputra Program Studi Teknik Elektro, Akademi Teknik Deli Serdang Indonesia , Joel Panjaitan Program Studi Teknik Elektro, Akademi Teknik Deli Serdang Indonesia , Arnold Pakpahan Program Studi Teknik Elektro, Akademi Teknik Deli Serdang Indonesia , Windo Sinurat Program Studi Teknik Industri, Akademi Teknik Deli Serdang IndonesiaKegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Relawan Masyarakat Sadar Listrik Medan mengenai keselamatan instalasi listrik bertegangan rendah serta pencegahan bahaya kebakaran akibat hubung singkat. Kegiatan dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan energi listrik dalam berbagai aktivitas masyarakat yang diikuti dengan masih ditemukannya risiko kecelakaan listrik akibat kesalahan pemasangan, penggunaan peralatan yang tidak sesuai standar, dan kurangnya pemahaman mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi secara tatap muka, pemutaran video mengenai bahaya hubung singkat dan kebakaran listrik, diskusi, serta evaluasi pemahaman peserta. Materi yang diberikan meliputi pengenalan dasar listrik, prinsip instalasi listrik tegangan rendah, keselamatan instalasi, potensi bahaya hubung singkat, serta pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta terhadap dasar listrik berada pada kisaran 80–95%, pemahaman dasar instalasi listrik mencapai 90–95%, dan pemahaman mengenai APAR berada pada kisaran 80–95%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip dasar keselamatan listrik dan pentingnya penerapan instalasi yang baik dan benar. Meskipun demikian, keterbatasan sarana, peralatan praktik, dan pengetahuan awal peserta menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan keselamatan listrik perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan penambahan praktik instalasi, simulasi penanganan gangguan, serta penggunaan peralatan pendukung agar kompetensi peserta dapat berkembang secara lebih optimal
Pages: 80-86Views: 21 Downloads: 24Musik Gerejawi: Pelatihan Membaca dan Praktik Buku Logu Sebagai Panduan dalam Mengiringi Nyanyian Ibadah di Gereja HKBP Ressort Medan Patumbak Distrik X Medan-Aceh
Hendrik Leonard Simanjuntak Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Medan, IndonesiaMusik gerejawi yang dalam konteks ini diarahkan pada pentingnya peran musisi gereja dalam menyajikan musik yang baik pada ibadah gereja. Buku logu yang selama ini menjadi rujukan bagi musisi gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) lambat laun mulai ‘ditinggalkan’ karena dibutuhkan proses panjang untuk dapat membaca dan memainkannya dengan benar, ditambah lagi dengan hadirnya varian atau format musik baru dalam mengiringi ibadah di gereja HKBP yang cenderung semakin ‘mengaburkan’ konsep atau landasan yang digunakan sebagai panduan mereka dalam menyajikan musik. Pada posisi ini, pelatihan praktik membaca buku logu bagi musisi gereja dalam mengiringi nyanyian ibadah menjadi bagian penting untuk mengembalikan ‘citra’ musik gereja HKBP. Pelatihan seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan di berbagai gereja HKBP, tidak terkecuali di gereja HKBP Patumbak. Pada kesempatan ini, penulis memberikan empat pola mengiringi lagu “Hupuji Holong Ni” (Buku Logu No.110). Pola pertama dan pola kedua diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki keahlian dalam membaca notasi dan memainkannya. Pola ketiga dan keempat diperuntukkan bagi mereka yang belajar secara otodidak. Penentuan akord untuk pola ketiga dan keempat disarankan agar selalu didekatkan dengan sistem empat suara berdasarkan buku logu, hal ini perlu dilakukan agar progresi akord tidak menyimpang jauh dari yang seharusnya. Hasil dari pengabdian ini adalah memberikan pemahaman bagi musisi gereja HKBP Patumbak dan sekaligus membuka diri terhadap penggunaan buku logu sebagai panduan dalam menentukan style, harmoni, irama, tempo, dan melodi
Pages: 87-96Views: 20 Downloads: 22Template
Menu
flagcount
Published by Yayasan Citra Cita Millenial
© CAB| e-ISSN :2798-9305 | DOI : 10.54367
CAB (Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View CAB StatsSanguline Theme by Sangu Ilmu








