Perawatan dan Edukasi Tentang Pengering Kopi Sistim Green House Milik Kopi Pardosir di Desa Parbaba Dolok Kec. Pangururan Kabupaten Samosir
DOI:
https://doi.org/10.53842/eqxwm019Abstract
Penanganan pasca panen komoditi kopi harus betul betul dikelola secara baik agar petani tidak mengalami kerugian akibat terjadinya kerusakan buah. Proses pengeringan kopi setelah selesai di panen khusus varietas Arabicha yang ada di Desa Parbaba Dolok kecamatan Pangururan selama ini tidak ada masalah yang berkaitan dengan produk yang tiba tiba melimpah. Namun 2 tahun belakangan ini Kopi milik Pardosir terkendala pada bagiaan pengeringan yang tidak lagi sesuai hasil yang dikaeringkan dengan permintaan konsumen dengan kata lain kopi yang sudah dikeringkan hingga mencapai kadar air 12% mengalami produk yang menurun. Proses pengeringan yang dilakukan selama ini ada dua metode yang pertama dengan pengeringan langsung di bawah terik matahari dan pengeringan menggunakan alat rumah kaca (Green House). Penegringan dengan rumah kaca memperpendek waktu penegringan dibanding penegringan langsung disamping lebih bersih dan suhu bisa terkontrol.Alat penegring rumah kaca yang ada terbuat dari kayu sebagai rangkan dan penyangga sehingga tidak tahan lama. Bahan penutup dari atas rumah kaca terbuat dari plastic biasa sehingga tidak bertahan lama ketrika diterpa hujan deras serta angin kencang. Teknologi penegring rumah kaca ini selai bahan yang bagus juga dipengaruhi jarak penjemuran (permukaan rak) ke plastic penutup rumah kaca. Kondisi yang ada dilapangan jarak dari rak ke plastic penutup kira 30-40cm dan lebar 115cm, rangka penahan plastic penutup terbuat dari bamboo. Perawatan yang dilaksanakan dalam kegiatan ini adalah perbaikan rumah kaca dan dimensi rumah kaca yang cocok dengan kapasitas yang sesuai, serta pelaksanaan edukasi yang memenuhi standar tentang perawatan dan pemilihan material yang cocok dan tahan lama.
Keywords:
Perawatan, Edukasi Pengering Kopi, Green House, Kopi Pardosir, SamosirReferences
Mustayen A.G.M.B., Mekhilef S., Saidur R., Performance study of different solar dryers: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews Vol. 34 (2014) pp 463-470
Rachmat R, Horibe K. Solar heat collector characteristics of a fiber reinforced plastic drying house. Trans ASAE 1999;42(1):149-57.
Condon' M, Saravia L. The performance of forced convection greenhouse driers. Renewable Energy 1998;13(4): 453-69.
Akpinar, E.K. (2010). Drying of mint leaves in a solar dryer and under open sun: modeling, performance analysis. Energy Conversion and Management, 51(12), 2407-2418.
Kadam, D.M.; Nangare, D.D.; Singh, R.; and Kumar, S. (2011). Low-cost greenhouse technology for drying onion (Allium Cepa L.) slices. Journal of Food Process Engineering, 34(1), 67-82.
Tripathy, P.P.; and Kumar, S. (2011). Different approaches for mass transferstudies on potato cylinders and slices during solar drying. InternationalJournal of Food Engineering, 7(1), Article 2.
Parulian Siagian dkk,.2017. A field survey on coffee beans drying methods of Indonesian small holder farmers. Materials Science and Engineering 237 (2017) 012037 doi:10.1088/1757- 899X/237/1/012037
Ambarita, Himsar.2011a. Energi Surya. Medan: Departemen Teknik Mesin FT USU.
Sri Mulato,. Rancangan rumah kaca untuk pengeringan kopi (https://www.cctcid.com/2020/04/14/rancangan-rumah-kaca-greenhouse-untuk-pengeringan- kopi/).https://www.arsitag.com/article/kayu
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









