![]() ![]() |
Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Articles
-
Implementasi Knowledge Based Reasoning bagi Petugas Puskesmas Pembantu Desa Paya Gaboh Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara
Eva Darnila Departement Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh, Aceh Indonesia , Maryana Departement Matematika, Universitas Malikussaleh, Aceh Indonesia , Meriatna Departement Teknik Kimia, Universitas Malikussaleh, Aceh Indonesia , Lis Ayu Widari Departement Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Aceh Indonesia , Zuraida Departement Teknik Mesin, Universitas Malikussaleh, Aceh Indonesia , Cut Syahira Salsabila Departement Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh, Aceh Indonesia , Nur Faiza Departement Teknik Informatika, Universitas Malikussaleh, Aceh IndonesiaTeknologi informasi berbasis pengetahuan (knowledge-based) merupakan bagian dari kecerdasan buatan yang menyimpan pengetahuan manusia dalam sistem komputer sehingga dapat mendukung proses penalaran dan pengambilan informasi. Dalam bidang kesehatan, teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi petugas, kader, dan masyarakat, termasuk dalam mengenali gejala dan memahami risiko penyakit tuberkulosis. Hasil penyuluhan di Desa Paya Gaboh menunjukkan 41%–55% responden memahami materi dengan baik hingga sangat baik, kepuasan kegiatan 33%, kepuasan terhadap materi 60%, dan penilaian terhadap kegiatan 57%, sehingga teknologi berbasis pengetahuan dinilai bermanfaat untuk edukasi kesehatan secara berkelanjutan, termasuk di daerah terpencil
Pages: 52-58Views: 19 Downloads: 25Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Pra Dasar Menuju Mahasiswa Berprestasi Kaya Capaian Unggulan
Libianko Sianturi Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Rimbun C.D. Sidabutar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Siwan Peranginangin Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Juliaster Marbun Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Medan Indonesia , Samuel Juliardi Sinaga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas HKBP Medan IndonesiaCapaian Unggulan (CU) adalah hasil istimewa yang mendapat pengakuan dan diperoleh selama menjadi mahasiswa baik dari kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberi gambaran, pemahaman dan latihan pengembangan diri mahasiswa dalam rangka mempersiapkan mereka menjadi alumni yang unggul sebagai calon pemimpin masa depan melalui kekayaan capaian unggulan. Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) merupakan rangkaian kegiatan yang mengacu pada kurikulum LKMM Kemdikbud sehingga materi dan topik yang disampaikan akan sangat relevan dalam rangka menolong mahasiswa dalam hal pengenalan diri, pengembangan diri, pengenalan organisasi, pengenalan program kerja, motivasi, mengelola organisasi hingga menciptakan visi misi serta program kerja organisasi terukur dan berkelanjutan. Pada LKMM Tingkat Pra Dasar dan sesuai dengan topik yang diberikan kepada Tim Penyaji, disampaikan bahwa terdapat 7 (tujuh) bidang yang dapat menghasilkan capaian unggulan antara lain: kompetisi, pengakuan (rekognisi), penghargaan, karir organisasi, hasil karya, pemberdayaan/ aksi kemanusiaan dan kewirausahaan. Selain itu, disampaikan juga media dan kesempatan perolehan lain seperti melalui kerjasama institusi yang sedang dijalankan oleh perguruan tinggi.
Pages: 59-65Views: 35 Downloads: 28Persyaratan Pokok Rumah Lebih Aman pada Proyek Bantuan Bedah Rumah di Kabupaten Toba
Yetty Saragi Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Ros Anita Sidabutar Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan IndonesiaKegiatan Pengabdian Masyarakat dengan topik Pembangunan Rumah yang Lebih Kuat mengikuti panduan Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) merupakan salah satu kegiatan pembangunan berbasis masyarakat di lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sejalan dengan Kegiatan PISEW yang mengusung konsep pembangunan infrastruktur dan mendukung pengembangan aktivitas sosial dan perekonomian lokal antar kawasan di permukiman perdesaan. Kegiatan ini diberikan pada Program BSPS atau yang sering juga disebut dengan program bedah rumah juga dikenal dengan nama Bantuan Stimulan Perumahan di Kota Balige Kabupaten Toba Propinsi Sumatera Utara. Adanya proyek bedah rumah ini dilakukan Pemerintah karena masih banyaknya terdata hunian yang tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan Pemerintah berupaya mengatasinya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat yang ditujukan kepada Dinas PUPR Kabupaten Toba, konsultan pengawas dan pelaksana pekerjaan pembangunan bedah rumah diharapkan diperoleh rumah yang lebih kuat dan memenuhi spesifikasi
Pages: 66-76Views: 25 Downloads: 31Penyuluhan dan Edukasi Pemanfaatan Limbah Padi Serta Maintenance Alat Mesin Pengupas Padi di Desa Amborgang Kabupaten Toba
Richard A M Napitupulu Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Suryadi Sihombing Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Parulian Siagian Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Vera Ashina Pasaribu Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Lestina Siagian Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan IndonesiaSebagian besar masyarakat Desa Amborgang, Kabupaten Toba, bergantung pada sektor pertanian, selain bekerja sebagai nelayan dan pedagang. Produksi padi mencapai 479,80 ton per tahun dari luas persawahan 81,89 hektare, namun sekam padi yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal dan masih dianggap sebagai limbah. Selain itu, keterbatasan akses terhadap mesin penggiling padi karena lokasinya relatif jauh dari ibu kota kecamatan menyebabkan masyarakat membutuhkan waktu cukup lama untuk mengolah padi menjadi beras. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Fakultas Teknik dan FISIPOL UHN memberikan penyuluhan kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan sekam padi menjadi produk yang bernilai guna, seperti bahan pengusir bekicot, pengusir tikus, dan kompos. Tim juga memberikan bantuan mesin penggiling padi berkapasitas 10 kg/menit kepada kelompok tani melalui anggota DPRD Kabupaten Toba. Masyarakat mengapresiasi bantuan tersebut karena dapat mempercepat proses pengolahan padi sekaligus menghemat waktu yang dapat dialokasikan untuk kegiatan produktif lainnya. Pemanfaatan sekam sebagai bahan kompos juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas pertanian, mengurangi pencemaran lingkungan, memperbaiki kualitas lahan secara berkelanjutan, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk yang relatif mahal. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan efisiensi pengolahan hasil pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi masyarakat Desa Amborgang
Pages: 77-85Views: 33 Downloads: 40Pelatihan Pembuatan Aplikasi Mobile Berbasis Android Bagi Jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Samura Kaban Jahe Kabupaten Karo
Romanus Damanik Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas Indonesia , Wasit Ginting Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas Indonesia , Alex Rikki Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas Indonesia , Syerlia Sinaga Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas IndonesiaPerkembangan teknologi informasi berbasis Android memberikan peluang untuk meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan data pada organisasi keagamaan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus serta jemaat Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Klasis Kabanjahe-Sukarame (Kasura), Kabupaten Karo, dalam menggunakan aplikasi berbasis Android, khususnya Sistem Informasi Anggota Jemaat (SIAJ GBKP). Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya pengelolaan dan pengentrian data anggota jemaat meskipun sistem informasi telah tersedia. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, penyampaian materi, praktik, dan tanya jawab. Pelatihan dilaksanakan pada 5–6 Agustus 2022 pukul 08.00–17.00 WIB di Kantor Klasis Kasura GBKP dengan sasaran pengurus majelis runggun dan jemaat. Materi pelatihan meliputi pengenalan aplikasi Android, cara mengunduh dan menggunakan aplikasi, serta praktik pengisian dan pengelolaan data anggota jemaat pada SIAJ GBKP. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi dan mampu melakukan entri data setelah memperoleh pendampingan selama pelatihan. Kegiatan juga membantu peserta memahami pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung administrasi jemaat secara lebih efektif. Faktor pendukung utama adalah minat dan partisipasi peserta, sedangkan kendala yang dihadapi berupa keterbatasan waktu pelatihan dan belum optimalnya partisipasi dalam pengumpulan data. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan teknologi informasi dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan mendukung pengelolaan administrasi jemaat secara digital
Pages: 86-90Views: 23 Downloads: 53Pembinaan Moral Hati Nurani dalam Menghadapi Tantangan Zaman Digital bagi Para Novis Kongregasi SCMM
Sihol Situmorang Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas IndonesiaPerkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus risiko moral bagi kehidupan religius. Arus informasi, hoaks, ujaran kebencian, pornografi, pelanggaran privasi, dan relasi digital yang dangkal menuntut hati nurani yang terdidik agar kebebasan digunakan secara bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penghayatan moral hati nurani bagi para suster novis Kongregasi SCMM di Komunitas St. Maria Karangsari, Pematangsiantar. Program dilaksanakan dalam 15 pertemuan selama Agustus 2023-Juli 2024 dengan Sihol Situmorang, Lic. S.Th. sebagai narasumber. Metode kegiatan meliputi pembelajaran interaktif, pendalaman ajaran Gereja, refleksi Kitab Suci, studi kasus moral digital, diskusi, pemeriksaan batin, dan penyusunan komitmen. Keabsahan pelaksanaan diverifikasi melalui Surat Tugas Nomor 018/FF/C.03/2023, daftar hadir 13 peserta untuk 15 pertemuan, serta berita acara yang disahkan pimpinan novis pada 15 Juli 2024. Hasil pada tingkat proses menunjukkan tersedianya ruang pembinaan moral yang terstruktur, penguatan bahasa bersama mengenai hati nurani, kebebasan, dan tanggung jawab, serta kemampuan peserta menghubungkan nilai Kristiani dengan dilema digital. Program menghasilkan materi pembinaan, perangkat studi kasus, dan rekomendasi pendampingan moral berkelanjutan. Karena dokumen pelaksanaan tidak memuat instrumen pre-test dan post-test, analisis kuantitatif dibatasi pada data partisipasi yang dapat diverifikasi.
Pages: 91-97Views: 42 Downloads: 26Reaktualisasi Antropologi Teologis dalam Formasi Novisiat: Membangun Spiritualitas Manusia Pembangun, Pencinta, dan Pendoa
Alfonsus Very Ara Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas Medan IndonesiaAntropologi teologis memberikan landasan bagi formasi religius karena membantu novis memahami manusia sebagai citra Allah, kesatuan tubuh dan jiwa, makhluk relasional, pelaku karya, pencinta, dan pendoa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mereaktualisasi antropologi Kristiani dalam proses formasi peserta Kursus Gabungan Novisiat di Rumah Pembinaan Religius Bina Samadi Hati Kudus Yesus. Program dilaksanakan pada 11–16 November 2024 melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, refleksi Kitab Suci, meditasi, dan pendampingan spiritual. Dokumen pelaksanaan menunjukkan keterlibatan 43 peserta dari beberapa kongregasi dan materi yang mencakup Antropologi Kristiani serta Mariologi. Hasil kegiatan memperlihatkan penguatan pemahaman mengenai manusia sebagai imago Dei, integrasi dimensi karya, cinta, dan doa, kesadaran akan pentingnya komunitas, serta kemampuan menghubungkan materi teologis dengan pengalaman hidup bakti. Pembahasan menunjukkan bahwa formasi yang partisipatif dan reflektif membantu menghindari dualisme tubuh-jiwa, reduksi materialistik, dan pemisahan antara doa, relasi, serta pelayanan. Luaran kegiatan berupa materi pembinaan, refleksi peserta, dokumentasi administratif, dan rekomendasi penguatan formasi berkelanjutan. Program ini menegaskan bahwa antropologi teologis perlu dihadirkan secara kontekstual agar identitas religius bertumbuh secara integral, dialogal, dan transformatif
Pages: 98-103Views: 27 Downloads: 28Template
Menu
flagcount
Published by Yayasan Citra Cita Millenial
© CAB| e-ISSN :2798-9305 | DOI : 10.54367
CAB (Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
View CAB StatsSanguline Theme by Sangu Ilmu








