![]() ![]() |
Vol. 4 No. 1 (2024): Juli 2024
Articles
-
Pelatihan Pembuatan Database Menggunakan Microsoft Access pada Pegawai Kelurahan Rambung Barat Kec. Binjai Selatan
Masdiana Sagala Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan IndonesiaPerkembangan teknologi di zaman sekarang menuntut pegawai untuk mahir dalam penggunaan teknologi komputer, banyak pekerjaan dapat diselesaikan dengan mudah jika menggunakan software yang menunjang sesuai perkerjaan yang harus mereka selesaikan. Salah satu software yang dapat berguna bagi pegawai adalah Microsoft Access untuk pembuatan database. Microsoft Access adalah salah satu software dari Microsoft Office yang memiliki fungsi masing-masing untuk mendukung pekerjaan manusia. Ada yang memudahkan pembuatan dokumen, pengurutan data, dan lainnya. Microsoft Access sendiri berfungsi untuk membuat database yang dapat dipakai untuk menampung data dalam jumlah kecil maupun besar. Pada pelatihan ini dikhususkan hanya pada pembuatan database menggunakan Microsoft Access agar pegawai dapat langsung mempraktikkan bagaimana caranya, sehingga dapat mereka gunakan untuk berbagai kepentingan salah satunya untuk mempermudah menampilkan informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam pelayanan publik, dapat meningkatkan efektifitas layanan serta mendukung proses administrasi pemerintahan daerah secara akuntabel dan transparan. Untuk menambah pemahaman pegawai pada Kelurahan Rambung Binjai tentang pemanfaatan software aplikasi Microsoft Access agar pegawai dapat memberikan data yang dibutuhkan masyarakat dan pegawai tidak mengalami kesulitan untuk memberikan data dan informasi karena data tersimpan dengan baik sehingga pelayanan manjadi efektif karena pengolahan data yang baik
Pages: 1-6Views: 37 Downloads: 25Penguatan Dimensi Manusiawi untuk Meningkatkan Kematangan Kepribadian dan Kompetensi Pastoral Calon Imam Tingkat II
Yohanes Anjar Donobakti Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Indonesia IndonesiaDimensi manusiawi merupakan fondasi bagi perkembangan spiritual, intelektual, dan pastoral calon imam. Pada tahap Tingkat II menuju Tingkat III, seminaris menghadapi tuntutan peningkatan kesadaran diri, kestabilan emosi, kemampuan komunikasi, relasi komunitas, dan kesiapan melayani. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat pembinaan dimensi manusiawi bagi calon imam Tingkat II di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar. Program menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif melalui self-assessment, pelatihan pengelolaan emosi, dinamika kelompok, latihan komunikasi, studi kasus pastoral, jurnal refleksi, sharing, dan pendampingan formator. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi, rubrik simulasi, jurnal harian, serta monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,8 menjadi 86,6 pada aspek kesadaran diri, pengelolaan emosi, komunikasi interpersonal, relasi komunitas, dan kesiapan pastoral. Capaian kualitatif tampak pada meningkatnya kemampuan peserta mengenali emosi, menerima koreksi, mengungkapkan pendapat secara asertif, serta merumuskan respons pastoral yang lebih empatik. Program menunjukkan bahwa pembinaan manusiawi menjadi lebih efektif ketika menggabungkan pengetahuan, pengalaman, refleksi, umpan balik, dan pendampingan berkelanjutan. Keberlanjutan diarahkan melalui jurnal evaluasi diri, pertemuan kelompok, percakapan formasi, dan integrasi modul dalam pembinaan rutin.
Pages: 7-13Views: 30 Downloads: 22Pembinaan Song Leader dan Pemusik Gereja di HKBP Tegal Rejo Medan
Ance Juliet Panggabean Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Meda Indonesia , Junita Batubara Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Meda Indonesia , Emmi Simangunsong Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Meda Indonesia , Kamaluddin Galingging Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Meda Indonesia , Samsa Lumbangaol Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Meda Indonesia , Pandang Saragih Program Studi Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas HKBP Nommensen Meda IndonesiaMusik memberikan peranan yang sangat penting dalam sejarah musik gereja, khususnya HKBP. Musik dipakai sebagai alat untuk menyampaikan arti identitas dari setiap gereja. Setiap denominasi atau gereja mempunyai aturan tersendiri. pelayanan musik gereja, sering disalah gunakan, hanya sebagai penghibur atau menunjukan suatu bakat yang dimilikinya. Hal itu tidak bisah dikatakan musik itu ditiadakan karna kesalahan pahaman pemakain musik tersebut. Tetapi satu hal diambil yang harus ditegas bahwa musik adalah alat untuk memuji Tuhan. Hal yang sering terjadi dalam gereja, bagi pelayanan-pelayanan gereja adalah tidak sepenuh hati untuk melayani, terutama bagi pemain musik. Pemain musik sesungguhnya merupakan tokoh yang terpenting bagi penyanyi atau SL. Pembinaan tim musik dan song leader bertujuan untuk membuka wawasan pemusik gereja terhadap pentingnya aturan dalam menyajikan musik ibadah yang baik. Pada kegiatan ini, tim pembina memberikan metode pelatihan, pendampingan dan pembinaan yang dapat dilakukan oleh pemain musik dan song leader terkhusus untuk penggunaan style musik yang sesuai dengan karakter lagu ibadah, permainan tempo musik, permainan harmoni yang tepat dengan sistem chord pada keyboard sebagai pendekatan bermain musik kepada pemusik yang otodidak, aturan transpose yang sering digunakan oleh pemain musik otodidak dalam kegiatan pembinaan dan pelatihan yang bertempat di Gereja HKBP Tegal Rejo Medan
Pages: 14-23Views: 23 Downloads: 32Penguatan Spiritualitas Persahabatan sebagai Basis Pelayanan Kesejahteraan Psikologis: Upaya Mewujudkan Komunio Sahabat dalam Lembaga Psikologi Terapan Persona
Antonius Moa Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, IndonesiaLembaga Psikologi Terapan Persona membutuhkan model pembinaan yang mampu mengintegrasikan kompetensi profesional, spiritualitas Kristiani, dan kesejahteraan psikologis para pelayan. Artikel pengabdian kepada masyarakat ini menyajikan rancangan program rekoleksi “Komunio Sahabat” untuk memperkuat spiritualitas persahabatan sebagai basis pelayanan psikologis yang empatik, humanis, dan bertanggung jawab. Program menggunakan pendekatan partisipatif-reflektif melalui pemaparan materi, pendalaman Kitab Suci, refleksi pribadi, focus group discussion, dinamika kelompok, simulasi pelayanan, serta penyusunan komitmen bersama. Evaluasi dirancang menggunakan asesmen awal dan akhir, observasi partisipasi, lembar refleksi, rubrik simulasi, dan wawancara dengan pengelola mitra. Berdasarkan analisis kebutuhan proposal, program menghasilkan rancangan modul yang mencakup kesejahteraan psikologis holistik, spiritualitas persahabatan, identitas pelayan, tantangan pelayanan, spiritualitas komunio, dan integrasi kompetensi dengan spiritualitas. Informasi yang bersifat runtut dan komparatif disajikan melalui tabel, sedangkan landasan teologis, psikologis, dan pembahasan dampak dijelaskan secara deskriptif agar makna program tetap utuh. Karena dokumen sumber masih berupa proposal, artikel tidak merekayasa hasil pre-test, post-test, maupun perubahan perilaku peserta. Data tersebut perlu dimasukkan berdasarkan bukti aktual setelah kegiatan dilaksanakan. Model Komunio Sahabat diharapkan menjadi kerangka pembinaan berkelanjutan yang memperkuat relasi antarstaf, makna kerja, kepedulian, kemampuan mendengarkan, serta mutu pelayanan kesejahteraan psikologis di LPT Persona
Pages: 24-33Views: 26 Downloads: 27Aplikasi Unting-unting Pada Pengukuran Batimetri Sederhana
Humisar Pasaribu Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan Indonesia , Bartholomeus Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas HKBP Nommensen Medan IndonesiaPengukuran batimatri merupakan kegiatan untuk mendapatkan data kedalaman dasar laut atau daerah perairan. Hasil dari pengukuran batimetri kemudian dapat digunakan untuk menentukan muka air laut surut terendah atau Low Water Spring (LWS). Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data primer kedalaman dasar laut yang akan digunakanan untuk menentukan LWS. Dalam ketentuan keselamatan pelayaran, kedalaman LWS ke dasar laut menjadi acuan untuk menentukan bobot kapat/barge yang akan bersandar di Dermaga. Peralatan utama yang digunakan untuk menentukan kedalaman dasar laut pada kegiatan ini adalah unting-unting yang disertai dengan pita meteran. Pengukuran dilakukan dari atas perahu sehingga pengukuran aktual permukaan air laut ke dasar laut dapat diperoleh. Pengukuran juga dilakukan dengan pencatatan waktu pengambilan data untuk dapat menentukan data pasang surut air laut. Dari hasil pengukuran yang dilakukan pada 12 titik yang ditinjau diperoleh LWS rata-rata tertinggi untuk titik A s/d J yang berada di depan dermaga posisi sandar kapal/barge, adalah 5,05 m sedangkan yang terendah adalah 4,18 m. Untuk titik K dan L yang berada sekitar 20 – 30 meter di depan dermaga, nilai LWS rata-rata masing-masing adalah 4,95 m dan 5,97 m
Pages: 34-39Views: 59 Downloads: 65Template
Menu
flagcount
| Published by Yayasan Citra Cita Millenial © CAB| e-ISSN :2798-9305 | DOI : 10.54367 CAB (Citra Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. View CAB Stats |









